Rabu, 24 Mei 2017

Televisi dan Menjadi Konsumen yang Cerdas

Televisi dan Menjadi Konsumen yang Cerdas

Perkembangan televisi di Indonesia saat ini terbilang pesat. Banyak televise nasional swasta  yang bermunculan. Bahkan televise daerah kerap bermunculan juga. Berkembangnya televise di negeri ini sejak runtuhnya rezim orba yang membuka kesempatan untuk muculnya televise secara bebas. Penyebaran sejumlah informasi tak lagi diikat dan televise tak lagi menjadi teropongnya pemerintah seperti halnya TVRI di era Pak Harto. Dengan demikian, saat ini televise bebas menayangkan apapun yang memang perlu diketahui oleh masyarakat. Televise juga bebas serya bertanggung jab menjalankan tugasnya sebagai media informasi yang perlu diketahui masyarakat maupun hiburan untuk masyarakat.

Tetapi, tampaknya kebebasan ini sekarang membuat televise kurang menunjukkan pertanggungjawabannya dalam usaha menverdaskan kehidupan bangsa memalui tayangan yang mereka berikan. Tayangannya kurang memperhatikan kualitas yang mendidik yang cukup membuat prihatin. Stasiun televise saat ini banyak menayangkan adegan kekerasan, menjual anggota tubuh, dan lain-lain. Hal ini menjadi prihatin karena masyarakat tak lagi dijadikan objek informasi bermutu, memalinkan dijadikan sasaran yang memiliki nilai jual. Ini dikarenakan masyarakat sangat memengaruhi rating dari sebuah acara televisi. Masyaraknyat yang seharusnya dijadikan konsumen dengan informasi bermutu, tetapi dijadikan objek ratingnya mereka.

Faktanya, kita sebagi konsumen televisi harus pintar-pintar memilih tayangan yang ada, dan berpikir kritis. Berpikir kritis agar kita mampu memilih mana tayangan yang bermanfaat. Hal ini diperlukan agar kita cerdas memilih tayangan dan agar tidak  terjerumus oleh tayangan yang tak mendidik. Namun, bukan berarti kita bertindak apatis, melainkan karena televisi juga memberikan banyak tayangan yang mendidik untuk kita.


Adapun cara menangani kasus ini, kita bisa mengaduk atau menyampaikan keluhan kita terhadap Komisi Penyiaran yang berfungsi mengawasi jalannya siaran-siaran televisi. Selain itu, membangun kesadaran akan acara televisi yang bermutu sangat diperlukan saat ini, sehingga taka da lagi yang namanya pembodohan massal yang dikarenakan acara televise yang tak bermutu. Adapun cara tertmudahnya kita bisa mengambil remot kita dan mematiakannya. Karena kita punya kuasa atas televisi yang kita miliki.

Rabu, 03 Mei 2017

Musik dengan kesehatan


Musik telah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari zaman homo sapiens hingga sekarang musik makin bervariasi dan tetap disukai banyak orang. Bahkan, tua dan muda juga menikmati music. Musik juga bisa menjadi hiburan alternatif yang sangat murah untuk penghibur kita. Musik dalam perkembangannya disesuaikan dengan seleranya masing-masing.

Dalam perkembangannya, musik memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai penghibur. Ternyata music juga bisa dijadikan sebagai media pengobatan melalui terapi music. Bahkan musik bisa mengobati penyakit gila Raja Saul.

Musik memiliki kekuatan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kemampuan pikiran seseorang. Ketika musik diterapkan menjadi sebuah terapi, musik dapat meningkatkan, memulihkan, dan memelihara yang salah satunya yaitu kesehatan fisik. Hal ini disebabkan karena musik memiliki beberapa kelebihan, yaitu karena musik bersifat nyaman, menenangkan, membuat rileks, berstruktur, dan universal. Terapi dengan musik juga berperan sebagai salah satu teknik relaksasi untuk memperbaiki, memelihara, mengembangkan mental, fisik, dan kesehatan emosi (Djohan, 2006).

Kekuatan musik sebabgai media pengobatan memang sudah terbukti dalam dunia medis. Di Negara maju seperti Amerika telah menggunakan media musik sebagai terapi. Seperti yang dilakukan Dr. Raymond, dokter jantung Amerika ia selalu menggunakan music saat perawatan pada Critical Care Unit. Telah membukitan pada seseorang dengan kasus serangan jantung, yang mana membutuhkan  perawatan intensif, satu setengan jam mendengarkan music yang lembut memiliki terapi yang sama dengan obat Valium 10 mg.

Jika  seseorang mendengarkan music yang sesuai dan mengatur pola nafas yang lambat secara teratur, maka akan memberikan efek ketenangan pada tubuh secara fisik maupun psikis. Tubuh akan terasa nyamabn dan jantung berdenyut dengan normal. Kondisi ini akan mengoptimalkan tubuh dalam mengatasi hipertensi. Sehingga, tubuh menjadi lebih sehat.

Kombinasi music dan slow deep breathing itu termasuk terapi nonmorfologis pada seorang pasien yang mengalami hipertensi. Melakukan slow deep akan merangsang aktivitas parasimpatis dan menghambat pusat simpatis. Hal ini juga harus dilakukan secara teratur.Apabila dilakukan secara teratur akan menurunkan stroke.

Banyak penelitian yang membutikan bahwa seseorang dapat menghilangkan stress dengan music klasik. Para peneliti juga membutikan bahwa ketika kita mendengarkan music klasik itu sama dengan saat kita bermeditasi. Bahkan terapi musik dengan slow deep breathing bisa menurunkan tekanan darah secara perlahan sampai ke batas normal dengan adaptasi dari tubuh.

Saat seseorang mendengar jenis musik yang sesuai dengan tubuh kita maka tubuh akan mengeluarkan  hormone serotin yaitu hormon yang dapat mengeluarkan rasa senang dan nikmat dari dalam tubuh yang membuat tubuh kita menjadi kuat dan lebih sehat. Berbeda ketika mendengarkan music Rock and Roll, Disco, Metal, dan Heavy yang memiliki dua beat pendek, satu beat panjang, dan kemudian pause. Ini merupakan irama yang berlawanan dengan denyut jantung.


Jadi, apabila seseorang mendengarkan musik lembut maka, bisa menurunkan tekana darah. Berdeda,   jika seseorang sering mendengarkan musik keras maka seluruh sel-sel otot pada manusia yang khususnya jantung akan melemah dan lama-kelamaan sel-sel otot jantung akan rusak.  Jadi, jelas sudah apabila kita sering mendengarkan lagu dengan irama yang tak beraturan kita akan lebih cepat pulang ke yang maha kuasa karena serangan jantung.