Musik telah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari
kehidupan sehari-hari. Dari zaman homo
sapiens hingga sekarang musik makin
bervariasi dan tetap disukai banyak orang. Bahkan, tua dan muda juga menikmati
music. Musik juga bisa menjadi hiburan alternatif yang sangat murah untuk
penghibur kita. Musik dalam perkembangannya disesuaikan dengan seleranya
masing-masing.
Dalam perkembangannya, musik memiliki peran penting dalam
kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai penghibur. Ternyata music juga bisa dijadikan
sebagai media pengobatan melalui terapi music. Bahkan musik bisa mengobati
penyakit gila Raja Saul.
Musik memiliki kekuatan untuk mengobati penyakit dan
meningkatkan kemampuan pikiran seseorang. Ketika musik diterapkan menjadi
sebuah terapi, musik dapat meningkatkan, memulihkan, dan memelihara yang salah
satunya yaitu kesehatan fisik. Hal ini disebabkan karena musik memiliki
beberapa kelebihan, yaitu karena musik bersifat nyaman, menenangkan, membuat
rileks, berstruktur, dan universal. Terapi dengan musik juga berperan sebagai
salah satu teknik relaksasi untuk memperbaiki, memelihara, mengembangkan
mental, fisik, dan kesehatan emosi (Djohan, 2006).
Kekuatan musik sebabgai media pengobatan memang sudah
terbukti dalam dunia medis. Di Negara maju seperti Amerika telah menggunakan
media musik sebagai terapi. Seperti yang dilakukan Dr. Raymond, dokter jantung
Amerika ia selalu menggunakan music saat perawatan pada Critical Care Unit. Telah membukitan pada seseorang dengan kasus
serangan jantung, yang mana membutuhkan
perawatan intensif, satu setengan jam mendengarkan music yang lembut memiliki
terapi yang sama dengan obat Valium 10 mg.
Jika seseorang mendengarkan music yang sesuai dan
mengatur pola nafas yang lambat secara teratur, maka akan memberikan efek
ketenangan pada tubuh secara fisik maupun psikis. Tubuh akan terasa nyamabn dan
jantung berdenyut dengan normal. Kondisi ini akan mengoptimalkan tubuh dalam
mengatasi hipertensi. Sehingga, tubuh menjadi lebih sehat.
Kombinasi music dan slow
deep breathing itu termasuk terapi nonmorfologis pada seorang pasien yang
mengalami hipertensi. Melakukan slow deep akan merangsang aktivitas
parasimpatis dan menghambat pusat simpatis. Hal ini juga harus dilakukan secara
teratur.Apabila dilakukan secara teratur akan menurunkan stroke.
Banyak penelitian yang membutikan bahwa seseorang dapat
menghilangkan stress dengan music klasik. Para peneliti juga membutikan bahwa
ketika kita mendengarkan music klasik itu sama dengan saat kita bermeditasi.
Bahkan terapi musik dengan slow deep
breathing bisa menurunkan tekanan darah secara perlahan sampai ke batas
normal dengan adaptasi dari tubuh.
Jadi, apabila seseorang mendengarkan musik lembut maka, bisa
menurunkan tekana darah. Berdeda, jika seseorang sering mendengarkan musik keras
maka seluruh sel-sel otot pada manusia yang khususnya jantung akan melemah dan
lama-kelamaan sel-sel otot jantung akan rusak. Jadi, jelas sudah apabila kita sering
mendengarkan lagu dengan irama yang tak beraturan kita akan lebih cepat pulang
ke yang maha kuasa karena serangan jantung.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar